Sabtu, 30 Mei 2009

Pendidikan dan Informasi Hukum

Pendidikan dan informasi hukum merupakan sarana dan modal penting bagi masyarakat untuk mengetahui hukum dan berminat untuk mengetahuinya lebih jauh lagi. Selama ini pendidikan dan informasi hukum hanya diperuntukkan bagi mereka yang menempuh pendidikan formal di Fakultas Hukum dan meraih gelar Sarjana Hukum.

Untuk itulah Pendidikan dan informasi hukum bagi masyarakat sangat diperlukan sehingga masyarakat tidak menjadi masyarakat yang buta atau awam terhadap hukum. Sehingga tidak lagi masyarakat hanya mengenal hukum adat - istiadat saja maupun hukum kebiasaan yang berlaku secara lokal saja tetapi diharapkan masyarakat juga mengetahui hukum formal atau hukum positif yang dibuat oleh pemerintah, sehingga nantinya tidak terjadi fictie hukum atau abstraksi hukum yang mana hanya sebagian masyarakat saja yang mengetahui tetapi masyarakat yang lain tidak atau belum mengetahui hukum atau peraturan hukum yang baru.

Karena itulah informasi hukum sangat dibutuhkan oleh masyarakat tidak hanya informasinya saja yang harus benar - benar akurat tetapi juga pendidikan yang harus digunakan.

Pendidikan dan penyebaran informasi hukum bagi masyarakat atau yang ditujukan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cara melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk memberikan penyuluhan atau juga dengan cara terjun langsung kepada masyarakat dalam rangka pengabdian masyarakat.

Dengan adanya pendidikan dan informasi hukum kepada masyarakat atau bagi masyarakat diharapkan nantinya tidak lagi terjadi diskriminasi hukum pada masyarakat, selama ini kita mengetahuinya bahwa banyak sekali terjadi diskriminasi hukum pada masyarakat. Hukum banyak digunakan oleh orang-orang yangtidak bertanggung jawab untuk lepas dari jeratan hukum. Karena itulah hukum perlu ditegakkan sehingga tidak terjadi lagi penyalah gunaan hukum dan masyarakat tidak lagi awam terhadap hukum sehingga hukum dapat ditegakkan sebagaimana mestinya.

Perkembangan Komputer


1. Belajar untuk mengatur tekhnologi informasi.

suatu pekerjaan mendesak dalam mengatur tekhnologi pada saat ini adalah memutuskan arsitektur organisasi untuk pengolahan informasi. Dalam bab ini kita akan membahas jenis-jenis komputer yang tersedia pada saat ini dan menyajikan evaluasi sejarah dari komputer. anda sudah terbiasa bekerja dalam suatu organisasi yang telah menggunakan komputer untuk waktu yang lama; perusaan arsitektur perangkat keras (hardware) mungkin meliputi beberapa komputer yang lebih tua. Mengatur seluruh persediaan komputer membutuhkan pemahaman jenis-jenis mesin yang berbeda, dalam cara yang telah mereka gunakan dan tren tekhnologi yang secara konstan mendorong evolusi dari organisasa strategi perangkat keras.

2. Persiapan untuk ambil bagian dalam sistem analisa dan rancangan

Meskipun terkadang kita mendapat tekanan rancangan logika dari sistem tidak terikat pada komputer dimana computer tersebut akan digunakan, dalam beberapa hal perancang harus menghadapi tekhnologi komputer. Sebuah sistem rancangan besar, komputer multi guna akan memiliki ciri-ciri karakter dari suatu pengguna PC. Akhir dari bab ini juga memberikan suatu ikhtisar dari beberapa alat output atau input yang tersedia. Aktivitas-aktivitas ini menolong memberikan definisi yang menghubungkan pengguna dengan sistem, yang merupakan hal penting untuk kesuksesan tersebut.

3. Merubah organisasi

Telah menghabiskan bertahun-tahun untuk membuat komputer dan komunikasi yang dapat merubah perusahaan dan industri. Perusahaan yang telah merubah dirinya sendiri tahu bagaimana mengatur serangkaian perbedaan dari komputer dan alat-alat lainnya; mereka berhasil dalam merespon tren dari tekhnologi dan perubahan yang berkelanjutan dalam perbandingan biaya/tampilan dari perbedaan jenis komputer.

Teknologi Pendidikan

Tanggal: 22 September 2002
Topik: belajar dari kasus hibah sejuta komputer

Dunia informasi dan teknologi berkembang sangat cepat dan merambah ke semua sektor kehidupan. Dunia Pendidikan yang berperan mencetak manusia yang menguasai teknologi mau tidak mau terkena imbas yang sama yaitu tersentuh dengan teknologi. Pendidikan yang identik dengan sekolah dan lembaga formal memanfaatkan perkembangan teknologi dengan cara menyediakan sarana dan prasarana demi tercapainya suasana belajar dan mengajar yang kondusif.

Namun, kenyataan di lapangan belum menunjukkan gambaran yang memuaskan. Saat ini masih banyak sekolah-sekolah (terutama yang berada di daerah pedesaan) belum tersentuh teknologi, terutama komputer. Di beberapa sekolah terungkap sistem manajemen dan Tata Usaha sekolah dikerjakan dengan manual. Mesin ketik sebagai sarana pembukuan administrasi masih menjadi alat utama sementara dilain sisi teknologi komputer telah berkembang pesat dalam sistem pengleloaan manajemen dan Tata Usaha. Bahkan kini teknologi komputer didukung dengan internet yang telah menjadi jendela penghubung dunia.

Sungguh ironis ketika hibah sejuta komputer dari pemerintah jepang yang ternyata disinyalir sebagai ajang bisnis miliaran rupiah kurang didukung dengan respon dari pemerintah. Dari kasus tersebut terungkap bahwa beberapa sekolah membutuhkan sarana komputer selain sebagai sarana penertiban administrasi juga sarana belajar siswa. Karena kita telah tertinggal jauh dengan siswa di eropa yang telah menggunakan teknologi komputer beberapa puluh tahun yang lalu sebagai sarana belajarnya.